Cak Nun: Kebhinekaan Bukan Milik Golongan Tertentu HUT 470 Tahun Kota Semarang

Berbagi-info
RILIS.ID, Semarang— Kota Semarang memperingati hari jadi yang ke-470 sekaligus mengadakan acara pengajian Isra Mi’raj hari Selasa (25/4/2017). Acara tersebut disi oleh ceramah Emha Ainun Najib atau Cak Nun bersama personil Kiai Kanjeng yang melantutkan tembang-tembang shalawat dan lagu kebangsaan.
Sementara itu, Cak Nun berpesan agar masyarakat jangan sampai berlebihan dalam menonjolkan identitas yang dimiliki, sebab hal itu akan menyebabkan pertikaian dengan yang lain. Pada dasarnya tanpa identitas pun manusia sudah diciptakan untuk menjadi Khalifah di muka bumi secara pribadi, jadi yang perlu diutamakan adalah menyelesaikannya terlebih dahulu 

Karena berdasarkan fungsi sebagai Khalifah di muka bumi, manusia perlu bekerja sama dengan yang lain agar bisa menyelesaikan semua permasalahan di muka bumi, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang lemah, jika hanya menonjolkan identitas golongan pasti akan menciptakan sekat yang akan menjadi akar permasalahan bangsa 
“Yang perlu dilihat dari manusia adalah tingkah laku pribadi yang akan dipertanggungjawabkan di Akhirat, bukan asal golongan,” ujar Cak Nun.
Begitu juga dengan Kebhinekaan di Indonesia bukan hanya milik golongan tertentu. Indonesia adalah negara dimana semua suku bangsa dan berbagai agama tinggal di dalamnya, semuanya bekerjasama dengan menjadikan perbedaan sebagai karomah Tuhan, bukan atas dasar justifikasi manusia, karena yang berhak menentukan surga dan neraka adalah Tuhan penguasa alam 
“Bagaimana cara menjaga bangsa, kita harus berbaur bersama yang lain tanpa membedakan suku dan agama,” imbuhnya 
Sementara itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, masyarakat Kota Semarang sudah terkenal bisa saling menghormati satu dengan yang lain. Segala perbedaan yang ada di kota ini tidak akan menjadi penghambat untuk bisa guyub bareng, karena perbedaan berdasarkan pada rahmat Tuhan agar manusia bisa menghormati satu dengan yang lain. 
“Jika kita terus melihat kekurangan tentunya tidak akan maju, tetapi kita harus berupaya memperbaiki kekurangan agar bisa menatap masa depan lebih baik,” jelas pria yang akrab disapa Hendi ini.
Apalagi saat ini, menurutnya, Kota Semarang sudah memasuki usia ke 470 tahun, tentunya di samping berbagai kelebihan juga masih ada kekurangan yang masih harus diperbaiki. Disinilah peran pemerintah dan masyarakat untuk bisa sinau (belajar) bareng memperbaiki segala kekurangan yang ada, sebab tidak ada manusia yang sempurna, semua harus belajar bersama-sama untuk kemajuan Bangsa. 
Acara perayaan Peringatan Isra Mi’raj yang diselenggarakan oleh Pemkot Semarang berlangsung meriah, selain dihadiri oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi tampak pula Sekda Adi Tri Hananto, Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Mudzakir Ali dan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Muhibbin, tak kurang dari 1000 orang datang mengikuti acara Sinau Bareng Cak Nun dengan Kyai Kanjeng yang akan berlangsung sampai pukul 02.00 pagi.

Romeltea Media
Berbagi Informasi Updated at:

Be the first to reply!

Post a Comment

 
back to top