Tampilkan postingan dengan label MAIYAH CAK NUN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAIYAH CAK NUN. Tampilkan semua postingan

Qoute Emha Ainun Nandjib Yang Bikin Kita Semua Mengerti Kesejatian

Hakikat hidup bukanlah apa yang kita ketahui, bukan buku-buku yang kita baca atau kalimat-kalimat yang kita pidatokan, melainkan apa yang kita kerjakan, apa yang paling mengakar di hati, jiwa dan inti kehidupan kita
#Cak Nun

Romeltea Media
Berbagi Informasi Updated at:

Istirahat Di Alun Alun Purworejo Setelah Maiyahan Mocopat Syafaat Di Kasihan Bantul

Pendidikan tidak
hanya memberi buah. Tetapi
yang utama adalah
menciptakan benih.
#MaiyahYogya "



Sholat adalah pencahayaan
dan puasa adalah peragian
agar hati, fikiran, dan nafsu
menjadi lunak #MaiyahYogya
Manusia hanya jadi tamu
dalam hidup. Karena segala
yang ada hanya milik Allah.
#EAN #MaiyahYogya

Romeltea Media
Berbagi Informasi Updated at:

jum'at pagi di Parangtritis yogyakarta

Pendaran Langit Cinta
Hidup itu ibarat ombak yang
terus menerus menerjang karang
Karang yang tegar adalah karang
yang mampu melihat indahnya
matahari terbit dan tenggelam
Jangan pernah harap lautan
tenang itu akan datang
Seolah, menafikan karang yang
rapuh
Seharusnya menerima kenyataan,
tak mampu melihat matahari
terbenam
Hanya melihat sebuah cahaya
matahari yang perlahan terbit
dan datang
Itu sudah sebuah anugerah yang
terindah, kau harus mampu
mensyukurinya.

Romeltea Media
Berbagi Informasi Updated at:

Mocopat syafaat ,17 april 2014

Berilah contoh nikmatnya
berbuat baik, jangan hanya
menyuruh orang untuk
berbuat baik #MSApril

Carilah Kebenaran Meski Tak
Terlihat, Jangan Mencari
Kesalahan Meskipun Tampak
Di Depan Matamu..
#MSApril

Romeltea Media
Berbagi Informasi Updated at:

Ngaji Bareng Cak Nun di Wonosobo

Salah satu inti dari ngaji bareng waktu itu 
*Mensyukuri alam,
   mensyukuri hidup anda itu
    adalah bentuk lain dari
     membaca Al Quran #EAN
      #MaiyahWonosobo "

*Sak pingin-pinginku pada
materi duniawi masih kalah
dg keinginanku untuk
mencintai Allah
#maiyahwonosobo-

Foto Bersama Mbah Nun Di Acara Ngaji Bareng _eh lagi mau foto malah ada dedek bayi minta doa

Romeltea Media
Berbagi Informasi Updated at:

Pulang Maiyahan di Kasihan bantul mampir candi mendut

Sambil menyelam minum air itu mungkin istilahnya niat ngaji pulang nya dolan mampir di candi mendut karena memang waktu saya pulang melewati situs purbakala ini

Candi Mendut
Tak berbeda Dengan situs-situs dan blog di internet para pecinta sejarah Keterangan dan penulisan sejarah candi tak sedikit berbeda hampir sama
candi mendut di suasana yang cerah  via Travel Tourismedia


Sejarah Candi Mendut

Candi Mendut merupakan candi Budha yang dididrikan oleh Raja Indra seorang raja pertama dari trah Dinasti Syailendra pada sekitar tahun 824 M, ini artinya Candi Mendut dibangun lebih awal dari Candi Borobudur yang didirikan oleh Raja Samaratungga, Wangsa Syailendra pada sekitar tahun 850 M.
Candi mendut terletak di desa Mendut Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, sekitar 8 km sebelum Candi Borobudur. Tinggi Candi Mendut 26,4 meter, menghadap barat daya, memilki 48 stupa kecil-kecil dan terdapat hiasan relief pada tubuh candi berupa pohon kalpataru.
Reflief-relief yang  terdapat pad dinding candi ini masih jelas terlihat. Relief ini mengandung cerita berupa ajaran moral dngan menggunakan tokoh-tokoh binatang sebagai pemerannya. ntara lain terdapat cerita Brahmana dan Kepiting, Angsa dan kura-kura, Dua Burung Betet dan Dharmabuddhi dan Dustabuddhi.

Candi Mendut merupakan lokasi awal proses ritual Waisak, dengan diikuti pengambilan air suci dari Umbul Jumprit, Parakan, Temanggung, serta api suci dari merapen, Grobogan. Puncak upacara Waisak adalah upacara Pradaksina yakni upacara mengelilingi Candi Borobudur tingkat demi tingkat yang dilaksakan di Candi Borobudur tepat pada Purnama Sidhi atau bulan purnama pertama di bulan Mei. Perayaan atau ritual Waisak dapat disaksikan oleh masyarakat luas.

Pada tahun 1834 Candi Mendut mulai mendapat perhatian meskipun mengalami nasib yang sama dengan candi-candi lainnya, yaitu dalam kondisi runtuh dan hancur. Hartman, seorang presiden Kedu saat itu mulai memperhatikan Candi Mendut. Dalam tahun 1897 dilakukan persiapan-persiapan untuk pemugaran. Dari tahun 1901-1907 J.L.A. Brandes melangkah lebih maju dan berusaha merestorasi Candi Mendut dan kemudian tahun 1908 dilanjutkan oleh Van Erp meskipun tidak berhasil merekonstruksi secara lengkap.

J.G. de Casparis berpendapat bahwa Candi Mendutdibangun untuk memuliakan leluhur-leluhur Sailendra. Di bilik utama candi ini terdapat 3 buah arca yang menurut para ahli arca-arca tersebut diidentifikasi sebagai Cakyamuni yang diapit oleh Bodhisatwa, Lokeswara dan Bajrapani. Dalam kitab Sang Hyang Kamahayanikan disebutkan bahwa realitas yang tertinggi (advaya) memanifestasikan dirinya dalam 3 dewa (Jina) yaitu : Cakyamuni, Lokesvara, dan Bajrapani.


Sebagai candi yang bersifat Budhistist, relief-relief di Candi mendut juga berisi cerita-cerita ajaran moral yang biasanya berupa cerita-cerita binatang yang bersumber dari Pancatantra dari India. Cerita tersebut antara lain adalah seekor kura-kura yang diterbangkan oleh dua ekor angsa dan di bawahnya dilukiskan beberpa anal gembala yang seolah-olah mengejek kura-kura tersebut. Oleh karena kura-kura tersebut emosional dalam menanggapi ejekan, maka terlepaslah gigitannya dari tangkai kayu yang dipegang sehingga terjatuh dan mati. Inti ceritanya adalah ajaran tentang sifat kesombongan yang akan mencelakakan diri sendiri.
Foto admin di Sekitar Candi mendut magelang Jawa Tengah

Romeltea Media
Berbagi Informasi Updated at:

 
back to top